Diterima di Lingkungan Baru

Makan siang di tempat kerja bukan cuma untuk isi perut, tapi juga bisa jadi ajang bersosialisasi. Beberapa minggu kerja di tempat baru, seperti biasa saya makan siang bareng temen cubicle sebelah. Saat itu kita memang belum terlalu akrab dan gak sengaja saya dengar salah satu senior yang paling gak akrab sama saya mau mentraktir salah satu dari kita karena kalah taruhan entah apa. Kebetulan ada teman dari divisi lain yang ngajak kita rame-rame makan di kantin gedung sebelah, berangkatlah kita ke sana.
Cara penyajian di kantin ini adalah prasmanan dan pembeli langsung bayar sebelum makan. Saya antri paling depan setelah teman-teman dari divisi lain, disusul dengan teman-teman divisi saya.
Setelah saya selesai bayar, senior yang tadi mau nraktir langsung bilang ke kasir kalau semua yang antri di depannya dia yang bayar. Dia akhirnya mentraktir semua, kecuali saya.
Saya jadi mikir, kok dia traktir semua geng makan siang kita yang jumlahnya 4 orang kecuali saya. Ini bukan masalah traktiran makanan yang harganya cuma Rp.12ribu. Saya punya uang yang sangat cukup, si penraktir juga pasti punya uang yang sangat cukup untuk sekedar menraktir saya sejumlah itu. Ini adalah masalah pengakuan, saya merasa belum diakui sebagai bagian dari mereka.
Bisa jadi mereka atau lebih tepatnya si penraktir belum menerima saya di lingkungannya. Mungkin dia juga akan lebih nyaman kalau saya gak ada si situ, yang cuma bikin obrolan jadi kaku.
Kejadian makan siang ini membuat saya berfikir, bagaimana caranya agar bisa diterima dan dianggap bagian dari mereka. Bukan karena pengin ditraktir, tapi pasti ga enak bedara di suatu lingkungan tapi kita gak dianggap sebagai salah satu bagiannya.
Ternyata yang diperlukan cuma waktu. Dengan banyaknya frekuensi makan siang bareng, kita jadi saling mengenal. Akhirnya suatu sore saat pulang kerja, karena hari hujan si senior menawarkan diri untuk mentraktir di kantin kantor sambil menunggu hujan reda dan dia juga mengajak saya. Cuma semangkuk bakso dan segelas jus, tapi itu pertanda saya sudah jadi bagian dari mereka.

Jakarta, 6Jan2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s