Not so Delicious Pancious

Oke, katakan saya kurang gaul karena belum pernah makan di Pancious Pancake. Berawal dari rencana reuni kecil-kecilan teman selama di radio LP dulu, kita memutuskan untuk kumpul di Pancious Sency. Karena sering mendengar cerita tentang Pancious yang katanya enak banget, saya jadi semangat untuk nyoba. Saya sampe lebih dulu dan cari tempat duduk sambil nunggu teman lain. Karena lama nunggu saya jadi ga enak hati dan pesan duluan. Dengar cerita dari teman pancake saus mangga di sini uenak banget (suer dia ceritanya sampe merem-melek gitu :p), sayapun memutuskan untuk nyoba single pancake rasa mango dengan topping ice cream chocochip seharga Rp 35.000.
Ga sampe 5menit pesanan terhidang di meja, wiih menggugah selera banget dan menggugah rasa ingin moto hehe. Ternyata setelah dicoba khayalan gak sesuai kenyataan. Rasa pancake amat sngat biasa ditambah buah mangga kalengan rasa bahan pengawet dan ice cream bertekstur kasar. Istilah yang tepat saat itu: wakwaaaw. Tapi mungkin yang rasa mangga aja kurang cocok di lidah saya, lain kali coba yang rasa lain kali yaa.
Ga lama 2 teman dantang dan dengan cengengesan mereka minta pindah makan ke sushi tei karena lapar (˘_˘"). Well, pelajaran hari ini adalah ga semua makanan mahal, terkenal, dan gaya itu enak di lidah padahal ga enak juga di kantong wkwkwk. Pancake Parlour is better, hmm bahkan pancake Shava Yoghurt jatinangor juga better meski harganya ga nyampe Rp 10rb. Ah sudahlah saya jadi kangen jatinangor nih, hiks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s