Move On

6 September 2011

……………………

……………………

……………………

31 Agustus 2011

Hari ini Lebaran yang lain dari tahun-tahun sebelumnya, tidak ada kunjungan dari kamu, tidak ada telpon, sms, bahkan ucapan melalui Facebook. Kamu menghilang 

2 April 2011

Kamu berhasil mendapat beasiswa S2 di salah satu universitas negeri, itu berita yang aku dengar dari salah satu teman. Selamat, kamu berhasil 🙂

5 maret 2011

Hari ini aku ulang tahun. Banyak ucapan selamat, banyak kado special. Tapi tidak ada satupun dari kamu

8 November 2010

Dari status facebook aku tahu kamu baru saja mendapat pekerjaan di sebuah perusahaan telekomunikasi. Aku ucapkan selamat & kamu jawab “terima kasih”

10 Agustus 2010

Kamu diwisuda, dengan gelar cum laude. Itu aku tahu dari ucapan selamat seorang teman di facebook

6 Maret 2010

Hari ini kamu bukan yang pertama lagi mengucapkan “Selamat Ulang Tahun”. kamu bahkan terlambat 1 hari

15 Januari 2010

Diam-diam aku banyak membaca blogmu, membaca tulisan tentang kekecewaanmu karena aku memutuskan bersama orang lain, karena kamu begitu sulit menerima, & begitu sulit menemukan orang lain seperti aku. Aku merasa bersalah, tetapi juga merasa sudah bersama orang yang terbaik. begitu juga aku harapkan kamu mendapat yang terbaik 

17 November 2009

Kamu kembali sering bercerita via sms & YM. aku masih jadi sumber semangatmu, begitu katamu. kamu mulai bertanya seperti apa pacarku & mengatakan kamu ikut bahagia untuk aku

13 september 2009

Lama tidak mendengar berita dari kamu, tiba-tiba kamu sms meminta maaf karena marah mendengar aku punya pacar. Kamu merasa tidak berhak untuk marah, tetapi butuh waktu berbulan-bulan untuk menerima

25 Mei 2009

“lagi ngapain?” begitu tanya kamu dari balik telpon, yang aku jawab “jalan-jalan sama pacar” yang kemudian membuat kamu marah. kamu merasa dikhianati, aku merasa tidak pernah berjanji

4 Desember 2008

“Aku baru terpilih jadi perwakilan konferensi mahasiswa di Boston, kamu orang pertama yang harus tahu kabar ini”, lagi-lagi kamu memberi berita baik. Aku cuma jawab “selamat”

3 Agutus 2006

“Sebentar lagi aku mulai kuliah” begitu kata kamu di telpon. Kamu mengajak bertemu untuk merayakan, yang aku jawab “aku ga akan sempat pulang ke Jakarta dalam 2 bulan ke depan” kamu marah & langsung menutup telpon

2 Januari 2006

Tiba-tiba kamu datang ke rumah saat aku liburan semester. kamu bercerita kembali tentang mimpi-mimpimu untuk bekerja yang giat mengumpulkan biaya kuliah, untuk mendapat pekerjaan terbaik. demi aku

5 Maret 2005

Selalu, kamu orang pertama yang memberi ucapan “Selamat Ulang Tahun”. kali ini sebuah mantel kamu hadiahkan, karena Bandung dingin katamu. Mantel yang hanya akan aku simpan di lemari selama 2 tahun & kemudian aku sumbangkan untuk korban bencana alam

10 September 2004

Kamu tidak menyalahkan aku yang tidak berpamitan untuk kuliah di luar kota. Di telpon kamu bilang “maaf gak sempat mengantar” yang aku jawab “gak apa-apa” diiringi “memangnya kamu siapa harus mengantar” dalam hati

5 Maret 2004

Kamu memberiku 2 buah CD band kesukaanku sebagai hadiah ulangtahun. katamu itu sebagai penyemangat untuk aku menghadapi ujian. Setelah aku kuliah kamu akan menyusul, kamu akan berusaha menjadi mahasiswa teladan, mendapat beasiswa dan pekerjaan terbaik. Semua karena aku

5 Oktober 2003

Lagi lagi kamu menemukan aku. berganti nomor telepon ternyata tidak mempan untuk menghilang

10 Juni 2003

Ternyata kamu belum kapok. Sikapmu malah makin menjadi. kamu bilang akan terus berusaha karena dalam hati kecilku aku mencintai kamu. aku semakin sebal, semakin ingin menghindar

5 Maret 2003

Kamu tiba-tiba menemuiku di tengah malam, tepat di hari ulangtahunku ke 17. Kamu bilang “kamulah orang yang selama ini aku sayang, ga ada yang lain”. Aku berpura-pura terkejut. “akhirnya kamu mengaku” begitu gumamku, tapi sebatas dalam hati. Perasaan tidak nyaman sudah terlanjur menjalar, dan “maaf aku cuma menganggap kamu sebagai sahabat” begitulah ucapan yang keluar dari mulutku

1 Januari 2003

Aku mulai merasa sikap kamu menjadi aneh. Over protective padahal aku merasa sebatas teman. Banyak tebar pesona dengan teman perempuan dan terkesan sebatas ingin menunjukkan diri. aku merasa tidak nyaman

8 November 2002

kamu mengenalkanku pada seorang teman yang kemudian memintaku jadi pacarnya. “aku belum mau pacaran sebelum kuliah” begitu caraku menolak temanmu secara halus. kamu kemudian terlihat sibuk dengan teman-teman perempuan. Ya, mungkin kamu cukup ganteng & banyak penggemar. Tapi dengan santai kamu bilang “mereka cuma teman, karena ada seseorang yang benar-benar aku sayang”

7 Agustus 2002

Kamu sudah lulus SMU tapi kita masih sering bertukar kabar. Kamu curhat tentang keadaan orangtua yang tidak harmonis & membuat kamu memutuskan untuk keluar rumah & mencari pekerjaan untuk membiayai kuliah sendiri. dukungan penuhpun selalu aku berikan. kamu bilang, aku adalah satu-satunya sahabat yang selalu memompa semangatmu

5 Maret 2002

kamu memberiku sebuah hadiah kecil tepat saat usiaku menginjak 16 tahun, sebuah celengan berbentuk beruang. Hadiah itu jadi hadiah istimewa yang aku simpan di sudut terbaik di kamarku

20 September 2001

Kita semakin dekat, semakin banyak berbagi cerita. aku tentang mimpi-mimpiku & keluargaku yang  sederhana dan kamu tentang mimpi mimpimu dan keluargamu yang kamu anggap “berantakan”

17 Juli 2001

Hari ini pertemuan pertama kita, di sebuah latihan ekskul. kamu seorang kakak kelas yang baik, ganteng, dan satu-satunya yang gak sok galak menurutku. Kamu adalah sosok kakak yang selama ini aku inginkan

……………………….

……………………….

……………………….

6 September 2011

Aku tergelitik rasa penasaran, kemana kamu menghilang. aku ketik namamu di kolom search facebook: last update 2 months ago. Aku cari di twitter: last tweet 185 days ago. Aku klik alamat blogmu dan menemukan postingan 17 jam lalu berjudul: MOVE ON!! dan tertera namaku di situ,.,

*tulisan setengah fiksi, terinspirasi dari sebagian pengalaman pribadi & pengalaman seorang teman dikejar2 cowok freak yang gak kunjung move on. semoga si teman cepet punya pacar biar cowok itu lekas menghindar 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s