Meninggalkan Jejak di Anak Krakatau

Gimana ya rasanya nge-trip sama 31 orang yang sama sekali belum kita kenal? kaya mau berangkat KKN kali yaaa 😀 

Ini adalah pengalaman pertama saya gabung di trip Backpackerindonesia.com, tujuannya: Gunung Anak Krakatau & sekitarnya. Trip yang diketuai Ipey ini pesertanya berjumlah 32 orang (termasuk saya) daan ga ada satupun peserta lain yang saya kenal, atau kenal teman saya, atau kenal temannya teman saya, termasuk Ipey yang juga baru kenal dari backpackerindonesia.com. pokoknya ibarat Facebook, ga ada mutual friends x_X

Jum’at malam, 25 Mei 2012 sebagian peserta kumpul di meeting point Kampung Rambutan. Sebagian lain ada yang kumpul di Kalideres & Pulogadung. Sesuai perjanjian, pukul 19:30 kita semua sudah kumpul, tapi eng ing eeng satu peserta telat sampai 2 jam. Alhasil, kita semua terlambat sampai Merak & bikin peserta rombongan lain menunggu. 

Tiba di Merak sedikit lewat tengah malam, perjalanan langsung dilanjutkan ke Pelabuhan Bakauheni. Oh iyaa, ada pemandangan menarik di sekitar Pelabuhan. Banyak iklan layanan masyarakat yang isinya “Nikah Muda banyak Problema” *sayang gak sempet difoto T.T

Di kapal baru deh kita sempat kenalan satu sama lain *meskipun banyak yang ga inget namanya. Sekira 2 jam membelah selat sunda, rombongan tiba di Pelabuhan Bakauheni dan melanjutkan perjalanan dengan angkot carteran ke dermaga Canti. Sampai dermaga Canti, kapal carteran sudah menunggu. Sebagian peserta membersihkan diri di kamar mandi umum & dilanjutkan makan pagi di warung *dengan menu sederhana dan harga yang tidak sederhana :p

Menjelang pukul 9, perjelanan dilanjutkan menggunakan perahu kayu. Tujuan pertama: Pulau Sebuku besar & sebuku kecil. 2 jam terombang ambing di lautan *lebay* kita sampai di Pulau Sebuku untuk snorkelliing. Sejujurnya ini bagian agak menegangkan karena saya kan ga bisa renang. snorkelling biasa dipegangin :/ 

Dengan senyum manis saya tanya ke beberapa peserta “lo jago ga? gw deket-deket lo ya” dan ternyata jawaban mereka “Samaa, gw juga takuut” hahahahha…

Dengan hati deg-degan akhirnya saya nyemplung juga, sambil bawa camera Aquapix untuk mengabadikan momen. ternyata, karang di loaksi ini kurang Ok dan ga ada ikan,jadi cuma beberapa menit saya buru-buru naik lagi *padahal lemes*

Gak lama-lama, semua peserta naik kapal lagi dan melanjutkan perjalanan ke Pulau Sebesi, tempat kita akan menginap. Jarak Pulau Sebesi dan Sebuku ditempuh dengan perjalanan sekira 2 jam. Tiba di Pulau Sebesi langsung menuju penginapan dan siap-siap makan siang. Pulau Sebesi bisa dibilang kurang terawat untuk ukuran tempat wisata. saung dan penginapannya juga sudah reyot. aah gapapa lah namanya juga backpacker-an jadi nginep di gubug juga harus siap 😀 

Karena agenda selanjutnya adalah snorkelling lagi, dan ga ada air untuk mandi, dan listrik juga baru nyala jam 6 sore, setelah makan siang & makan es kelapa muda *yang ternyata udah setengah tua & alot* semua peserta membiarkan pakaian kering di badan. Sambil nunggu berangkat snorkelling lagi, kita foto-foto, santai-santai di pinggir pantai, sampai ketiduran. 

Karena cuaca ga memungkinkan, agenda snorkellling part 2 dibatalkan & diganti barbeque malam hari. sore setalah mandi kita keliling pulau, melihat kehidupan warga sekitar. liat anak-anak kecil berenang dengan lincahnya, geli sendiri ngebayanin kita yang udah dewasa malah takut-takut *yailah secara mereka lahir di sini masa iya takut*

Papasan dengan warga sempet ada yang nyeletuk “Orang-orang kota malah pada mau main ke Desa,aneh” Waah ga aneh Pak, yang di desa pasti penasaran liat kota. kita yang di Jakarta pesanasaran liat pulau Bapak, jawab saya dalam hati. 

Sore jam 6 listrik mulai nyala dan semua berebut colokan. Pelajaran nih,lain kali kalau trip bawa cabang kabel sendiri x_X. Oiya, di pulau Sebesi selain banyak kerbau dan kambing juga banyak anjing kampung *salah satunya nyuri tahu goreng saya,padahal cuma ditinggal foto sebentar*

Malam setelah makan malam perut masih dimanjakan dengan barbeque ikan super besar, bikin tidur makin nyenyak meskipun satu kasur mepet-mepet bertiga. Jam 3 kita sudah bangun dan siap-siap naik kapal menuju anak Krakatau. Di kapal saya duduk di badan kapal dengan posisi di tengah. Yang lain pada teriak-teriak kena ombak tapi saya cuek aja pura-pura tidur pules. Ternyata setelah 3 jam sampai ke anak krakatau saya baru sadar badan memang selamat dari ombak, tapi sandal saya raib sebelah kebawa ombak :’( untungnya salah satu awak kapal berbaik hati meminjamkan sandal gunung karena ga disarankan mendaki dengan kaki telanjang, pasirnya panas katanya. 

Turun dari kapal, kita dapat pengarahan dari petugas jaga Anak Krakatau. Ditemani guide kita mulai mendaki *ga ngaruh banget sih guide-nya, kita mendaki mencar-mencar juga dan dia malah ngobrol sama guide lain di bawah. sampai di tengah-tengah, kelihatan banyak orang sudah ada di puncak, sebagian teman satu kelompok juga udah hampir sampai puncak tapi saya masih tergopoh-gopoh karena sulit mendaki di pasir. puncak udah mulai kelihatan, tiba-tiba ada teman kelompok yang teriak “Mbak, salah jalur tuh” Whaat? salah jaluur? OMG. muka langsung cemas pucat pasi >_< akhirnya dia membantu mengembalikan ke jalur yang “agak benar” dan sisa perjalanan saya deg-degan takut ngegelinding 😀 

Sampai dipuncak, Subhanallah indah banget pemandangannya, lauut, gunuung, matahari terbit. sambil melawan angin kencang kita narsis-narsisan foto-foto sebanyak mungkin *maklum deh kalau hasilnya jenong semua, rambut bawaannya pengen terbang kebawa angin*

Puas foto-foto dan merasa matahari udah terlalu panas, guide mengajak rombongan turun, kali ini lewat jalur yang benar. Sampai bawah kita sarapan dan lanjut ke Pulau Lagoon Cabe untuk snorkelling. Sepanjang perjalanan ke Lagoon cabe kita disuguhi pemandangan ombak, gunung, burung elang lalu lalang, sampai penyu raksasan yang bikin saya kegirangan. 

Sampai di Lagoon Cabe langsung ciut liat ombak yang cukup besar. Takut tapi nanggung belum puas snorkelling-nya, jadi nekat nyebur deh. Karang di Lagoon Cabe lumayan better dibanding Sebuku, tapi ombaknya ga nahan bikin cepet kelelahan. Mau balik kepal kok ga sampe-sampe yaaaa…. untung ada mas guide yang nolongin hahahaha…..

Sehabis snorkelling langsung cuss ke Pulau Sebesi untuk bersih-bersih dan siap-siap pulang.perjalanan ke Sebesi ini bisa dibilang paliiing lama, 3 jam lebih. Dengan posisi di atap kapal, matahari tepat di atas kepala,berjemur dari baju basah sampai kering bak keripik, sukses bikin kuling belang sebelang belangnya >_<

Sampe Sebesi, turun dari kapal saya langsung lari buru-buru ke kamar mandi duluan hehehe *kebelet pipis juga sih sebenernya* Jam 3 sore kita semua meninggalkan Pulau Sebesi,kembali ke Ibukota dengan perjalanan panjang menghadapi Kapal Ferry yang ga mendarat-darat,bus yang ngetem dan terhalang demo pelabuhan, dan sukses sampai Jakarta jam 4 pagi. Capee, keling, gatel-gatel alergi, tapi ga ada artinya dibandingkan pengalaman seru dan kenangan yang akan saya ceritakan ke anak cucu nanti *halaah*