Cara Membuat E-Passport

Senangnya, sejak akhir 2014 WNI bisa jalan-jalan ke Jepang bebas VISA tapi syaratnya harus punya e-passport. Karena pengen honeymoon ke Jepang & kebetulan masa berlaku passport tinggal 4 bulan lagi saya coba bikin e-passport di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. 

Ini adalah pengalaman kedua saya membuat passport sendiri tanpa perantara. Pengalaman pertama 5 tahun lalu juga di kantor Imigrasi Jakarta selatan, tapi waktu itu kantor Buncit lagi renovasi & pindah sementara ke daerah Lebak Bulus. 

 Syarat membuat e-passport sama dengan pembuatan atau perpanjangan passport biasa, bedanya kayanya sih cuma di biaya. Kita bisa membuat passport di mana aja gak perlu sesuai wilayah KTP, tapi untuk E-passport baru bisa dibuat di wilayah Jakarta. 

Pembuatan e-passport dijatah satu hari maksimal 100 dan sayangnya kita gak bisa lagi daftar online untuk jenis e-passport jadi mau gak mau harus antri dari pagi.

Saya membuat e-passport di hari kamis, menginap di apartemen teman di Kalibata City & berangkat naik Taxi pukul 04:15. Sampai gerbang kantor Imigrasi pukul 4:30 & sudah ada 5 orang lain yang antri, padahal gerbang masih tertutup. 

 Pukul 05:00 lebih sedikit gerbang dibuka & kita diminta membuat antrian dengan menaruh barang, jadi kita ga perlu ikut buat barisan. Antrian dibagi menjadi 3, untuk manual, online, serta bayi & lansia.

Pukul 07:00 kita mulai masuk ke dalam gedung, mengambil antrian & formulir. Formulir e-passport sama dengan formulir passport biasa, cuma dicap stempel e-passport.

Pukul 07:30 petugas mulai memberi pengarahan tentang cara pengisian formulir & kelengkapan dokumen. Dokumen yang dibutuhkan antara lain: 

– KTP asli & foto copy
– Kartu keluarga asli & foto copy
– Akta kelahiran asli & foto copy, jika tidak ada bisa diganti ijazah yang ada keterangan nama orangtua
– Surat rekomendasi dari kantor, terutama bagi yang alamat KTPnya ga sesuai wilayah kantor imigrasi

Perlu diingat, semua foto copy harus berukuran A4, termasuk copy KTP jadi kertasnya jangan dipotong. 

Pukul 08:00 antrian mulai dipanggil satu persatu untuk wawancara dan foto. Antrian lansia & bayi dipanggil lebih dulu & antrian saya baru mulai dipanggil pukul 08:30. Wawancaranya singkat banget kok, cuma ditanya mau ke mana dalam waktu dekat, data-data sudah benar atau belum.  

Pukul 09:00 proses sudah selesai, saya diberi kertas untuk pembayaran melalui teller BNI. Kebetulan ada BNI di gedung kantor jadi saya lansung ke kantor & bayar Rp 655.000. Setelah bayar saya dapat bukti pembayaran untuk pengambilan e-passport 5 hari kerja kemudian atau 1 minggu kalau dihitung sama weekend. 

Kamis satu minggu setelahnya saya datang kembali ke kantor Imigrasi Jaksel untuk pengambilan. Prosesnya sangat cepat, cuma ambil no antrian, berikan bukti pembayaran saat dipanggil & passport baru + passport lama di tangan .

Mengurus Pendaftaran Nikah di KUA

Meksi ijab kabul bisa dibilang paling penting dalam urusan pernikahan muslim, kadang ngurusnya malah ditunda-tunda. Pendaftaran di KUA biasanya minimal 1 bulan sebelum hari H, tapi karena lokasi nikah saya agak ribet & pengen dapet jadwal yang ok saya sudah mengurus 2,5 bulan sebelumnya. Berikut step by step mengurus pendaftaran nikah:

1. Masing-masing capeng mengurus surat keterangan dari RT. dokumen yang dibutuhkan: KTP & kartu keluarga. Beda daerah mungkin bisa beda peraturan. Kalau di daerah saya, Desa Mangunjaya, Tambun data yang dibutuhkan cuma itu aja. Proses ini ga dipungut biaya, cuma kasi kas RT seikhlasnya. Setelah ttd RT ada ttd Pak RW, ini mungkin bisa beda juga di tiap daerah

2. Mengurus permohonan surat N1, N2, N4, & pengantar surat rekomendasi/numpang nikah di kelurahan/kantor desa

Dokumen yang dibutuhkan: Surat pengantar RT/RW, KK kedua mempelai, copy KTP kedua mempelai, pas foto 4×6 kedua mempelai masing2 2 lembar

Apa bedanya surat rekomendasi/numpang nikah? Kedua surat digunakan sebagai pengantar capeng yang menikah bukan di daerah domisili. surat rekomendasi untuk CPW dan surat numpang nikah untuk CPP. Biayanya juga beda lho, untuk rekomendasi nikah saya harus bayar Rp 100.000 (untuk surat numpang nikah Rp 50.000). Bagi capeng yang nikah di daerah domisili hanya mendapat surat pengantar ke KUA, dan N1, N2, N4. Salah satunya adalah pernyataan belum menikah yang harus ditandatangani Capeng di atas materai & ditandtangani 2 orang saksi

3. Mengajukan permohonan surat rekomendasi/numpang nikah ke KUA.

Dokumen yang dibutuhkan: surat-surat yang didapat dari Kelurahan, foto copy KTP kedua capeng, foto copy KTP kedua orang tua CPW/CPP, pas foto kedua mempelai ukuran 4×6 masing2 2 lembar. Petugas KUA akan membundel semua surat dari kelurahan beserta dokumen lain & surat rekomendasi nikah. Biasa pembuatan surat rekomendasi Rp 125.000 (surat numpang nikah Rp 75.000)

4. Setelah semua dokumen lengkap dari kedua capeng, saatnya mendaftar di KUA tempat menikah. Awalnya saya mau mendaftar nikah di KUA Lembang, tempat berlangsungnya rencana akad nikah, tapi waktu calon suami meminta surat pengantar di KUA Margahayu petugas menyarankan untuk tetap mendafar di Margahayu supaya gak ribet sampe 3 KUA. Untuk daerah Bandung & sekitarnya masih tercover oleh penghulu dari KUA tsb. Biaya KUA total Rp 1juta, katanya sih sudah termasuk ongkos penghulu ke Lembang

Naah setelah semua proses selesai petugas KUA akan memberi nama & no kontak penghulu yang ditunjuk beserta cadangannya. Sebaiknya langsung hubungi penghulu untuk booking di jam yang diinginkan. H-1 minggu ingatkan kembali penghulu & meskipun penghulu bisa datang sendiri katanya sih lebih OK ada PIC dati panitia yang antar jemput di hari H