Keliling Jepang dengan JR Pass

Salah satu daya tarik Jepang bagi saya adalah sarana transportasinya, terutama si kereta peluru super cepat Shinkansen. Sebagian besar jalur transportasi di Jepang dikelola perusahaan negara Japan Railway alias JR. Bukan cuma kereta lokal & kereta antar perfektur, mereka juga mengoperasikan bus & kapal feri.

Untuk memudahkan turis jalan-jalan di Jepang, JR menyediakan layanan Japan Railpass yang cuma bisa dibeli oleh orang asing dari luar Jepang. Nah kebetulan udah cita-cita pengen naik Shinkansen dan dihitung biaya transportasi jadi bisa dihemat, saya & suami memutuskan membeli JR Pass.

Dengan harga JPY 29.000 alias sekira Rp 3,2jt Perorang, kita bisa naik seluruh armada JR selama 7 hari kecuali Shin Mizuho & Shin Nozomi. Gak tau sih perbedaan kedua Shinkansen ini apa dibanding Shinkansen lain, tapi yang jelas kalau mau naik Shinkansen ini kita harus bayar paketan yang lebih mahal. Selain paket 7 hari, tersedia juga paket 10 hari & 30 hari.

JR Pass bisa dibeli di banyak travel agent di Indonesia. Karena mager, saya pesan online di salah satu website penjualan tiket kereta berbagai negara, bukti pembelian diantar ke kantor dengan sistem COD untuk dibawa & ditukar dengan Railpass setibanya di Jepang.

Pagi setelah menginap di Bandara Haneda, kami langsung menuju loket penukaran JR Pass di stasiun monorail untuk melanjutkan perjalanan ke pusat kota Tokyo 

image

Dengan JR Pass kita ga perlu beli tiket saat mau naik kereta, tinggal jalan lewat depan loket &

tunjukkan JR Pass kita ke petugas semacam customer service yang biasanya melayani penjualan kartu berlanggananan dll. JR Pass cuma bisa dicetak satu kali, jadi kalau ilang ya udah cuma bisa ikhlas

Suasana dalam kereta di malam Halloween, penuh anak muda berkostum jadi kita ikutan meski cuma pake topeng 100 Yen 😀

Ga perlu khawatir nyasar naik kereta di Jepang, karena stasiunnya canggih-canggih, dilengkapi LCD petunjuk yang jelas tentang info jadwal kereta & peron.  Tapi kita pernah salah kereta juga sih di Osaka karena gak tau ada kereta Rapid & lokal. karena tujuan kita cuma stasiun kecil, harusnya kita naik Osaka Loop Line local, eh malah naik rapid jadi kelewat. Pake Google Maps ngebantu banget buat cari jalur kereta (dibanding lieur liat peta cetak). 

Sebelah kiri itu logo perusahaan transportasinya, sebisa mungkin cari jalur yang logonya JR semua, biar bisa pake JR Pass

Untuk Shinkansen & kereta cepat Thunderbird, karena sistem duduknya dengan nomor, kita harus book tiket dulu di counter penjualan tiket Shinkansen. Tiket Shinkansen hanya bisa dipesan untuk perjalanan hari itu juga.

Kayaknya sih Orang Jepang punya kebiasaan silent di kereta Shinkansen, jadi saya juga ikutan bisik-bisik pas ngobrol supaya gak dicap turis gengges. kebiasaan lain adalah bawa bekal Bento. Di stasiun banyak toko yang menjual Bento yang bisa kita nikmati di kereta. 

Jarak Tokyo Osaka kira-kira 500KM (sama kaya ke Jakarta ke Jogja) dan bisa ditempuh 2,5 jam dengan Shinkansen. Harga tiket JPY 14.450 (sekira 1,5juta rupiah). Sempet kepikiran, kalau ada Shinkasen Jkt-Bandung saya bisa kerja di Jkt PP setiap hari, tapi kayanya gajinya ga cukup buat bayar kereta aja :))

JR Pass sangat disarankan buat traveler yang itinerarynya pindah kota, karena kita bisa naik Shinkansen sepuasnya. Buat yang cuma mau jalan-jalan di satu kota, kayaknya sih cukkup beli tiket eceran. Biaya sekali perjalanan kereta lokal sekira JPY 200-JPY 300.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s