Perawatan Gigi menggunakan BPJS di RSKGM Riau, Bandung

Anak SD aja pasti tau, kalau kita dianjurkan periksa ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Tapi prakteknya, ada aja alasan skip ke dokter gigi. Sibuk lah, malas antri, harus bolak balik, biayanya mahal pula. Saya sendiri sejak pindah ke Bandung selama 2 tahun ga pernah ke dokter gigi. Ga kepikiran, karena baru punya anak kali ya jadi ga fokus (alesaaan).

Tiba-tibaa salah satu gigi geraham atas saya patah dan menyisakan lubang , tapi karena gak sakit juga butuh sebulan lebih buat tergerak periksa ke dokter. Awalnya mau pake asuransi kantor, tapi kok kecil banget plafond-nya. Daripada nombok, saya memutuskan pake BPJS aja, kan sudah bayar iuran tiap bulan jadi harus dimanfaatkan doong.

Sesuai prosedur, peserta BPJS harus ke faskes tingkat 1 dulu yaitu puskesmas. Sabtu pagi sepulang olahraga (jalan kaki santai 30 menit terus jajan sepiring) saya mampir ke Puskesmas Sekejati. Meskipun gak ada dokter gigi di puskesmas ini, saya tetap diperiksa sama dokter umum, tensi darah, dan ditanya keluhannya apa.

Dokter Puskesmas memberikan pilihan mau dirujuk ke RS mana. Saya langsung minta ke RSKGM Bandung di Jl Riau karena di RS Humana yang paling dekat rumah dokter giginya gak bisa kasi tindakan, cuma periksa dan kasi resep aja. Pernah bawa suami ke Humana utuk scaling sia-sia deh udah antri, dokternya malah menyarankan ke RSKGM Riau. Pilihan lainnya RS Al Islam yang gak saya pilih juga karena agak chaos.

Beres diperiksa dokter & surat pengantar sudah di tangan, saya langsung browsing untuk cek jam layanan dan lokasi tepatnya RSKGM Riau. Dapet info melalui website resmi http://rskgm.bandung.go.id/ RSKGM Riau buka antrian pendaftaran pukul 08:00 – 10:00 dan pelayanan sd pukul 14:00. Lirik jam masih jam 8:30. saya langsung cuss pulang, mandi, & pesan ojol menuju RSKGM.

Sebenernya saya belum tau tepatnya posisi RSKGM Riau di mana, ternyata di sebelah Secret Factory Outlet, sering lewatin tapi gak pernah ngeh. Sampai di RS jam 09:30 dan langsung ke tempat ambil antrian. TERNYATAA… nomor antrian sudah habis karena katanya banyak pasien antri dari jam 5 pagi. Jadi informasi buka antrian jam 8 sd 10:00 ga bisa jadi acuan yaa.

WhatsApp Image 2017-10-13 at 1.45.22 PM

Karena gak mau sia-sia keluar rumah, saya pesan ojol lagi ke RSGM Unpad, tempat langganan selama kuliah dulu. Setidaknya RSGM Unpad setahu saya tarifnya terjangkau meski gak pake asuransi. Saya pikir sekali datang bisa langsung ditambal, ternyata gak bisa karena lubangnya cukup besar. Dokter di RSGM cuma melakukan tindakan scaling & ngasi rujukan ke dokter specialist konservasi gigi. Katanya sih kemungkinan harus bolak balik sampai lebih dari 5x dan biayanya bisa lebih dari Rp 5juta. Untung bisa dicover sama BPJS.

Seminggu kemudian saya datang lagi ke RSKGM Riau pukul 6:30 dan dapat antrian no 20 untuk pasisen baru, no 35 untuk klinik Konservasi (Btw saya baru tau dokter gigi banyak specialisasinya juga, kirain cuma ortodhonti :D). Setiap pasien baru wajib isi form riwayat kesehatan, periksa tekanan darah & berat badan. Untuk pasien BPJS jangan lupa pilih jenis pasien BPJS di form. Setelah pendaftaran pasien baru selesai dan dapat kartu berobat, kita ke loket pendaftaran klinik. siapkan kartu berobat, foto copy surat pengantar dari puskesmas, copy KTP, & copy kartu BPJS. Kalau gak bawa copy bisa foto copy di counter dengan biaya Rp 1,000/lembar. Kemudian petugas akan memberi nomor antrian klinik yang baru (terus nomor yang awal buat apa ya??). saya dapat no 32 dan diminta ke lantai 3.

Setelah 30 menit menunggu (total 2,5 jam dari pagi) akhirnya nama saya dipanggil. dokter tiap klinik di RSKGM ada lebih dari 1 jadi ga lama banget sih antrinya kalau sudah dapat antrian klinik. Saya dapat dokter senior cewe yang galak-galak sunda gitu, beda banget sama dokter di RSGM Unpad yang bikin saya berasa jadi anak TK karena saking lemah lembutnya. Gak sampe 10 menit dibersihin dan dikasi obat perawatan selesai dan diminta datang seminggu kemudian. Cuma diminta ttd, ga perlu bayar atau ke loket lagi langsung boleh pulang.

WhatsApp Image 2017-10-13 at 1.45.21 PM

Suasana jam 10 pagi, sebelumnya penuh sampe banyak yang berdiri

Untuk kunjungan ke-2 dan seterusnya saya langsung ambil antrian pasien lama & antri daftar klinik di loket. Karena surat rujukan dari puskesmas expired, saya minta tanda tangan dokter di surat rujukan yang menerangkan saya masih menjalani perawatan. Alhamdulillah, semua perawatan selesai setelah kunjungan ke-5. Biaya yang dikeluarkan cuma Rp 2,000 untuk foto copy & bayar ojol aja.

Di kunjungan ke-4 saya sempat ajak suami scaling. Kata dokter saya, scaling gak ditanggung BPJS dan kayaknya sih suami bakal milih bayar dibanding antri buat rujukan di puskesmas. Liat2 web BPJS ternyata scaling ditanggung juga kok. Berikut pelayanan kesehatan gigi yang ditanggung BPJS:

a. Administrasi pelayanan terdiri atas biaya pendaftaran pasien dan biaya administrasi lain yang terjadi selama proses perawatan atau pelayanan kesehatan pasien;

b. Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis;

c. Premedikasi;

d. Kegawatdaruratan oro-dental;

e. Pencabutan gigi sulung (topikal, infiltrasi) ;

f. Pencabutan gigi permanen tanpa penyulit;

g. Obat pasca ekstraksi;

h. Tumpatan komposit/GIC; dan

i. Skeling gigi

 

Intinya berobat pake BPJS gampang, asal sabar dan telaten ikutin prosedur 🙂