Pesan Taksi Primkopau Melalui Aplikasi Grab di Bandara Hussein Sastranegara Bandung

“Yang kaya naik taksi, yang kere naik taksi online”

Begitu teriakan yang sering saya dengar dari segerombolan orang begitu keluar dari terminal kedatangan Bandara Hussein Sastranegara, Bandung. Risih, tapi daripada naik taksi bandara Primkopau mending dibilang kere aja dan bela-belain jalan kaki kira-kira 1km ke luar bandara buat order Grabcar atau Uber dari Indomaret Jl Rajawali. Bisa sih pesan ke dalam Bandara kalau mau pura-pura mesra sama drivernya biar gak dicurigai sama oknum yang sering mengintimidasi driver Taksi online.

Saya gak sendirian, banyak penumpang lain juga rela jalan kaki daripada pakai taksi Primkopau. Alasannya? Lebih nyaman dan pastinya lebih murah. Meskipun setelah bandara Hussein renovasi kelihatannya armada Primkopau jadi lebih rapi dan mobilnya bagus-bagus, tapi udah terlalu banyak pengalaman buruk sama provider taksi satu ini. Udah mah mobilnya gak proper, drivernya galak-galak, harganya asal nembak. Memang sih Taksi Bandara biasanya harganya mahal dan gak pake argo, harga sesuai area. Tapi masa iya ngedrop di pertengahan jalan yang searah dianggap 2 alamat & harga jadi 2x lipat.

Singkat cerita, Bulan lalu saya dapat notif di aplikasi Grab bahwa Grab sudah menandatangani MOU dengan Taksi Primkopau Bandara Hussein Sastranegara, jadi kita bisa order taksi Primkopau melalui aplikasi Grab. Akhirnyaa, jadi gak perlu kucing-kucingan lagi pesen Grab di luar area Bandara, dan setidaknya kita merasa aman karena kenyamanan kendaraan dan tarif pastinya sesuai dengan standar Grab.

Sepulang dari Pekanbaru beberapa hari lalu akhirnya saya berkesempatan coba pesan Taksi Promkopau pakai Grab. Sambil tunggu bagasi saya buka-buka aplikasi Grab, kok ga ada pilihan Taksi Primkopau yaa.. Bingung mau order Grab Taxi takutnya nyangkut ke Taksi lain yang ga boleh masuk bandara, saya coba browsing ternyata kudu pake Grab Now. Buat yang belum tau, Grab Now adalah cara pemesanan Grab dengan mendatangi langsung driver yang ada di dekat kita & langsung pairing ke hp driver. Nanti akan muncul PIN di aplikasi driver yang kemudian diinput ke aplikasi kita.

Gak lama saya baru sadar, ternyata daritadi saya duduk di depan Booth Grab x Primkopau, dasar mata siwer bisa-bisanya gak ngeh :)). Saking seriusnya saya browsing sampe antrian bagasi habis & tas saya sudah teronggok di pinggiran x_X. Langsung cuss deh ambil tas & menuju booth Grab.

20180323_113934

Booth Grab x Primkopau di dalam terminal kedatangan Bandara Hussein Sastranegara

Di dalam booth ada seorang mbak-mbak petugas pegang tab untuk antrian penumpang. Jadi sistemnya kita input data nama, tujuan, & nomor kontak dulu untuk dapat antrian. Sementara itu aplikasi Grab kita sudah standby dengan input alamat penjemputan & tujuan. Dari aplikasi terlihat tarifnya Rp 93,000. Sempet berfikir kok mahal amat yaa biasanya cuma 60ribuan dari Indomaret Rajawali ke rumah di Margahayu Raya, tapi berhubung dibayarin kantor yaudalahnyaaa ;))

20180323_114720.jpg

Isi data untuk antrian

Selama menunggu saya sempat ke ATM dulu dan balik ke booth kira-kira 10 menit baru dipanggil. Calon penumpang yang sudah dipanggil lanjut ke meja di luar untuk antri lagi pairing dengan driver yang available. 2 orang petugas cewek berjaga sambil bantu panggil driver untuk pairing dengan klik Grab Now.

Setelah tunggu 2 orang sebelumnya saya dapat driver dan langsung diajak pak Driver menuju parkiran Taksi, diantar sampai rumah, dan bayar sesuai aplikasi (saya bayar Rp 100,000, sisanya untuk tip).

Keuntungan kolaborasi Priomkopau x Grab di Bandara Hussesin Sastranegara versi saya:

  1. Gak ada lagi driver dan calo Taksi rusuh teriak-teriak gengges di depan terminal kedatangan
  2. Tarif Taksi jadi lebih pasti meskipun kayaknya disetting lebih mahal kalau kita order dari Bandara, bedanya sama dari luar bisa 30rb padahal cuma beda 1km. Yang penting driver gak asal tembak dan minta ongkos tambahan di tengah jalan
  3. Pihak Grab memperhatikan kualitas armada, salah satunya terlihat dari adanya tempat sampah Grab dalam Taksi

Yang masih Perlu diimprove:

  1. Petugas jaga di booth kurang profesional, kadang bingung dan misuh2 sendiri
  2. Antrian masih kurang rapi (maaf ngatain, tapi tau kan typical oknum orang Indonesia kalau antri gimana :p), semoga nantinya kalau sudah tersosialisasi dengan baik jadi gak perlu riweuh ke booth lagi, langsung antri samperin drivernya
  3. Driver Taksinya belum serapi dan se-manner Taksi kompetitor

Sekian sharing dari saya dan semoga bisa segera ke Bandara lagi *haus piknik*

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s