How “Crazy Rich Asians” Driving Me Crazy (Spoiler Alert)

Ok, saya adalah salah satu korban yang baper setelah nonton “Crazy Rich Asians”. Dan saya menonton bareng orang-orang yang tepat, 3 orang teman kantor cewe mid 20an yang 2 diantaranya jomblo.. maka kamipun cirambay dan berdecak “Aaaaawwwwwwh” berjamaah.

Saya bukan type yang suka nonton romcom di bioskop. Bioskop untuk film action & sci fi, sedangkan romcom atau film yang rada mikir tapi ga menyuguhkan gambar spektakuler enaknya nonton private aja di laptop, biar menjiwai adegannya dan bisa di-rewind kalau ada yang ga ngerti (atau yang bikin baper :p). Tapi.. tapi.. tapi… banyaknya review positif yang wara wiri di socmed bikin saya tergoda juga buat ke bioskop (apalagi tiketnya promo cuma 23ribuan).

Yang belum nonton, nih intip trailernya dulu:

Soo, apa sih yang bikin film ini berhasil mengambil hati penonton, terutama cewe-cewe pastinya. Kalau dari kacamata saya sih begini:

Karakter & Pemeran

Dari semua pemeran di “Crazy Rich Asians”, bisa dibilang saya cuma familiar sama Michelle Yeoh. Constance Wu cuma tau dari sitkom “Fresh Off the Boat” tapi nontonnya juga jarang. Pemilihan cast yang belum familiar ini menurut saya tepat karena di film ini karakter  mereka jadi kuat banget, kita belum terpengaruh sama karakter di film sebelumnya. Pemeran Nick Young, Henry Golding bahkan baru pertama main  film layar lebar. Sebelumnya dia dikenal sebagai host Discovery Channel. Mungkin beda buat yang sudah baca novelnya, tapi saya sendiri belum baca & sejauh ini di circle saya sih belum ada yang bahas tentang novelnya.

Semua karakter dimainkan cukup baik, tapi yang paling mengambil hati saya Rachel & Astrid (di bagian bawah nanti saya jelasin kenapa). Banyak karakter pembantu yang menguatkan penggambaran kehidupan sosial orang kaya Asia. Ada keluarga kaya yang selalu jaga image, anak orang kaya yang cuma bisa hura-hura, cewe pengejar anak orang kaya, orang biasa yang harus menyesuaikan diri karena menikah sama orang kaya, dsb.

Latar & Setting

Saya baru satu kali ke Singapura, pengalaman yang gak wah banget karena mungkin  saya menikmatinya sebagai “Crazy Broke Asian” 😀 :D. Pengambilan gambar film ini mampu bikin Singapura terlihat megah. Setting adegan pernikahan juga woow banget, gak asal megah tapi konsepnya super bikin baper.

Latar budaya juga cukup kuat. Penonton diajak mengenal budaya orang Asia yang beda banget dengan Amerika, terutama tentang cara mendidik anak. Orang tua Amerika membebaskan anak untuk mengajar impian sesuai keinginan, orang tua Asia ingin membentuk anaknya sedemikian rupa.

Yang menggelitik juga gimana film ini menggambarkan bahwa orang super kaya dari orok alias Old Money kadang beli apa aja yang mereka mau cuma karena mereka mampu beli, tapi ada beberapa hal yang mereka gak mau keluarin uang kalau memang dirasa gak perlu, sesimple milih jalan kaki keujanan dibanding naik taksi dengan jarak dekat atau pesan dessert 2 kalau memang bisa minta punya pacar.

Jalan Cerita

Sebenernya sih jalan ceritanya gak istimewa banget. Konsepnya rada-rada mirip “The Proposal”, menggambarkan pasangan kota yang mengunjungi kampung halaman di mana salah satu dari mereka ternyata adalah orang kaya. Tapi dengan karakter yang kuat dan dialog-dialog yang cerdas, film ini jadi punya level lebih tinggi dibandingkan romcom serupa.

Ya meskipun udah ketebak dari awal ni pasti si Rachel bakal dijudesin emaknya Nick, bakal dibilang matre sama temen-temennya, tapi cinta sejati pasti akan bersatu juga. Satu hal lagi yang aneh, masa iya Rachel ga pernah googling tentang cowoknya, minimal liat mention-mentionnya di socmed. Padahal di awal film digambarkan sekali ada paparazzi yang post Nick lg sama Rachel di cafe, langsung viral di Singapore. Ok lah abaikan saja untuk hal ini kita bisa bilang “namanya juga film”.

Best scene & Line versi saya:

1. Wedding scene saat Nick & Rachel saling tatap & bilang “I love you” tanpa suara. Begitu liat adegan ini ga perlu mengkhayal kejauhan pengen pasangan seganteng & sekaya Nick atau secharming Rachel, cukup khayalkan pasangan yang bisa saling tatap kaya gini ajah cukup

rachel nick

Baper kaan liat tatapan kaya giniii

2.  Scene Obrolan Astrid & Suami saat Astrid memutuskan meninggalkan apartemen dengan best line “It’s not my job to make you feel like a man”

3. Obrolan Rachel & Peik Lin sampai Rachel memutuskan untuk gak menyerah, dengan best line “Bok Bok, Bitch!”

4. Rachel & Eleanor main Mahyong yang diakhiri adegan Rachel meninggalkan tempat sama sang Ibu. semua line di scene ini best pokoknyaa..

Dari semua faktor di atas, 1 poin yang membuat film ini ngena banget di hati saya:

WOMEN EMPOWERMENT

Dari dulu saya suka banget baca novel dengan tema “Women Empowerment” dan terlepas dari Nick yang kaya, ganteng, sick pack, saya jatuh cintanya sama Rachel yang smart & strong minded, tapi tetep sweet. Rachel yang sudah jadi profesor di usia muda, yang bisa mengejar mimpinya meski cuma disupport oleh sang ibu yang single mother, yang gak menyerah sama gertakan calon mertua dan bisa menghadapinya dengan cara yang elegan.

Lupakan tokoh perempuan di drama korea atau FTV yang (sebagian aja sih) miskin, polos, clumsy, lemah lembut dan cuma menang karena “kebaikan hati yang tulus”. Cewe jaman sekarang bukan cuma butuh baik tapi juga isi otak, attitude, & keberanian.

Gak cuma Rachel, Astrid juga punya peran penting di salah satu adegan favorit saya saya dia bilang “It’s not my job to make you feel like a man”. Ya buat pria-pria yang merasa wanitanya lebih superior, kalian lah yang harus berusaha lebih keras (bukan cuma masalah materi lho) bukannya si cewe yang harus merendah.

astrid

Kesimpulannya buat yang belum nonton, percayalah waktu 2 jam dan uang beberapa puluh ribunya ga akan sia-sia. Semoga terinspirasi untuk jadi cewe kuat seperti Rachel Wu & Astrid, jadi pria gentleman seperti Nick Young, tapi hati-hati menghayal ketinggian dapet jodoh kaya Nick karena ingat ini semua hanyalah fiksi belaka 😀 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s